News $ Event
Indonesia Catat Lonjakan 237% dalam Pendaftaran Kursus Generative AI — Apa Arti bagi Pelajar TI?
Wednesday, 22 October 2025
IT
102
Jakarta — Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam pendaftaran kursus Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada tahun 2025, dengan peningkatan sebesar 237% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini jauh melampaui rata-rata di Asia Pasifik (132 %) dan global (195 %). Indotelko+2Gizmologi.id+2
Laporan Coursera Global Skills Report 2025 mencatat bahwa Indonesia kini berada di peringkat ke-47 secara global dalam penguasaan keterampilan digital dan ke-12 di kawasan Asia Pasifik. technobrads.com+1 Dalam laporan tersebut, tercatat kompetensi pembelajar Indonesia berada di angka 58 % untuk teknologi, 60 % untuk data science, dan 41 % untuk business. technobrads.com
Kenapa Lonjakan Ini Terjadi?
Beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan minat terhadap GenAI antara lain:
-
Peningkatan kesadaran bahwa AI bukan hanya “sebagai tambahan”, melainkan sudah menjadi bagian inti dalam banyak pekerjaan dan industri. Laporan PwC 2025 menyebutlkan bahwa pekerja dengan kemampuan AI menerima “wage premium” sebesar 56%. PwC
-
Pemerintah dan lembaga pendidikan mulai gencar menggalakkan program pelatihan talent digital untuk mengisi kekosongan talenta teknologi. Misalnya, lembaga SDM Kementerian Kominfo menyebut bahwa kebutuhan talenta AI di Indonesia mencapai ratusan ribu per tahun. Antara News
-
Platform pembelajaran daring semakin mudah diakses, memungkinkan pelajar maupun profesional untuk “upskill” kapan saja dan dari mana saja, tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama atau aktivitas lainnya.
Dampak bagi Pelajar dan Lulusan TI
Bagi institusi seperti Bali IT Academy, lonjakan ini membuka peluang dan tanggung-jawab berikut:
-
🎓 Kesempatan belajar lebih besar: Kamu sebagai pelajar atau calon mahasiswa memiliki jalur yang semakin terbuka untuk memilih program yang relevan dengan tren GenAI—mulai dari modul AI dasar hingga aplikasi lanjutan.
-
🧠 Perluasan kurikulum: Akademi harus menaikkan level materi—tidak hanya pengenalan AI, tetapi pemahaman mendalam tentang generative models, data engineering, dan penerapan nyata di industri.
-
💼 Kesiapan kerja meningkat: Dengan skill GenAI yang makin dicari, lulusan yang memegang sertifikat dan pengalaman praktis akan punya daya saing tinggi.
-
⚠️ Tantangan tidak kalah besar: Meskipun animo tinggi, kualitas pembelajaran, kesiapan infrastruktur, dan akses dari daerah-tertinggal tetap menjadi kendala yang harus diatasi.
Apa yang Dilakukan Bali IT Academy?
Menjawab dinamika ini, Bali IT Academy mengambil langkah proaktif:
-
Meluncurkan program khusus “Generative AI & Automation” sebagai bagian dari bootcamp Web Development yang sudah ada—menambahkan modul AI dan data science agar peserta siap dengan kebutuhan industri.
-
Menyediakan kelas Online, Offline, dan Blended yang fleksibel, agar pelajar di Bali dan luar Bali bisa mengakses fasilitas.
-
Menjalin kerja sama dengan dunia industri untuk mentoring dan proyek nyata, sehingga bukan hanya teori tapi praktik langsung di dunia kerja.
Kesimpulan
Tren ini bukan sekadar angka—lonjakan 237% menunjukkan perubahan nyata dalam cara orang belajar dan dunia kerja bergerak. Bagi kamu yang ingin terjun ke bidang TI, terutama AI, sekarang adalah momentum yang tepat untuk bertindak.
“Kami percaya bahwa setiap orang bisa berkontribusi dalam revolusi digital. Di Bali IT Academy, kami hadir untuk membuka jalur-jalur tersebut,” kata salah satu instruktur akademi.