Loading...

Please log in to see your profile information.

News

News & Event

Western Digital Resmi Luncurkan SSD SN5000 Series, Hadirkan Kinerja Lebih Cepat untuk Pengguna Profesional

Western Digital kembali memperkuat lini penyimpanan kelas profesional dengan meluncurkan WD Blue SN5000 NVMe SSD Series, generasi terbaru yang menawarkan peningkatan signifikan dalam kecepatan baca-tulis serta efisiensi daya.Seri SN5000 ini dirancang untuk kebutuhan kerja modern seperti pengembangan aplikasi, desain digital, dan pengolahan data berskala besar. Dengan performa yang lebih cepat dan konsumsi daya yang lebih rendah, perangkat ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pengguna di berbagai sektor industri teknologi.Peningkatan Performa yang SignifikanWD Blue SN5000 hadir dengan kecepatan baca hingga 5.500 MB/s, jauh di atas generasi sebelumnya. Performa ini memungkinkan proses loading software, kompilasi code, serta pengolahan file besar dilakukan secara lebih cepat dan stabil.Konsumsi Daya Lebih EfisienSelain peningkatan kecepatan, WD mengoptimalkan efisiensi daya untuk perangkat laptop dan workstation. Teknologi manajemen daya terbaru membantu SSD bekerja cepat tanpa menguras baterai.Cocok untuk Pekerja IT dan Kreator DigitalWestern Digital menyebutkan bahwa seri ini ditujukan untuk: Developer aplikasi dan software Desainer UI/UX dan kreator konten Profesional yang bekerja dengan project besar Pengguna PC dan laptop yang membutuhkan responsivitas tinggi KetersediaanWD Blue SN5000 mulai tersedia secara global dan akan hadir di pasar Asia Tenggara dalam waktu dekat dengan pilihan kapasitas hingga 4TB. Peluncuran ini menegaskan komitmen Western Digital untuk menghadirkan solusi penyimpanan yang cepat, stabil, dan siap mendukung kebutuhan digital yang semakin kompleks.

Friday, 05 December 2025
Perkembangan Teknologi AI Dorong Evolusi Keamanan Siber di Tahun 2025

Perkembangan kecerdasan buatan terus mempengaruhi lanskap teknologi global pada tahun 2025. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah keamanan siber, di mana banyak organisasi mulai mengandalkan sistem berbasis AI untuk mendeteksi dan merespons ancaman dengan lebih cepat.Seiring meningkatnya penggunaan AI, pola serangan siber juga semakin kompleks. Pelaku kejahatan digital kini memanfaatkan otomatisasi, rekayasa teks realistis, hingga teknik manipulasi visual untuk melancarkan aksinya. Hal ini membuat metode keamanan tradisional tidak lagi cukup untuk menghadapi ancaman modern.Banyak perusahaan kini berinvestasi pada teknologi keamanan adaptif yang mampu belajar dari pola serangan dan menyesuaikan pertahanan secara otomatis. Sistem ini bekerja dengan menganalisis perilaku pengguna, memantau aktivitas jaringan, dan mengidentifikasi anomali yang berpotensi menjadi serangan.Selain itu, meningkatnya penggunaan layanan cloud dan perangkat yang saling terhubung menuntut perusahaan untuk memperkuat manajemen identitas dan akses. Keamanan tidak lagi berfokus hanya pada pengguna manusia, tetapi juga pada perangkat, aplikasi, dan agen digital yang beroperasi dalam suatu sistem. Tren ini menunjukkan bahwa keamanan siber sedang memasuki fase baru. Dengan teknologi yang berkembang sangat cepat, perusahaan dituntut untuk terus memperbarui strategi keamanan mereka, mengadopsi teknologi AI, dan memperkuat kesiapan menghadapi ancaman digital yang semakin beragam.

Wednesday, 03 December 2025
Bali IT Academy Ucapkan Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan & Kuningan

Bali kembali dipenuhi suasana sakral dan penuh kedamaian seiring perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada bulan November tahun ini. Dua hari suci ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk merayakan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan).Makna Hari Raya Galungan Galungan menandai turunnya para leluhur ke bumi untuk diberi penghormatan oleh keluarga. Umat Hindu mempersiapkan berbagai sarana upacara seperti penjor, canang, banten, dan melakukan persembahyangan di rumah maupun pura. Penjor yang berderet di pinggir jalan menjadi simbol kemakmuran dan rasa syukur.Kuningan: Penutup Rangkaian Hari Suci Sepuluh hari setelah Galungan, umat Hindu merayakan Kuningan. Pada hari ini, para leluhur dipercaya kembali ke alamnya. Upacara khusus dilakukan untuk menghaturkan rasa terima kasih serta memohon keselamatan dan kesejahteraan.Perayaan di Tengah Aktivitas Masyarakat Modern Meskipun masyarakat semakin aktif di berbagai sektor, semangat merayakan Galungan dan Kuningan tetap terjaga. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk berkumpul, mempererat hubungan, dan melestarikan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Perayaan Galungan dan Kuningan tidak hanya menjadi identitas budaya Bali, tetapi juga simbol keharmonisan spiritual yang terus hidup di tengah perkembangan zaman. Selamat merayakan Galungan & Kuningan bagi seluruh umat Hindu. Semoga kedamaian dan keberkahan selalu menyertai.

Saturday, 15 November 2025
Buleleng, (Metrobali.co.id)
Akademisi Undiksha Hadirkan Inovasi: Transformasi TPS3R Panji Jadi Destinasi Wisata Edukasi

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun desa melalui program Desa Binaan.Kali ini, tim dosen Undiksha menginisiasi pengembangan Desa Wisata Panji dengan menghadirkan inovasi baru bertajuk ‘Transformasi TPS3R sebagai Destinasi Wisata Edukasi Berbasis Eco Edu Village Tourism’.Program yang dipimpin Dr. Nyoman Dini Andiani ini, merupakan lanjutan sekaligus penguatan dari Program Kedaireka yang sebelumnya telah dijalankan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi masyarakat desa melalui pendidikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan.Melalui program ini, Pokdarwis Desa Panji.Kelompok Perempuan Ecovillage Homestay, dan Kelompok TPS3R Panji berhasil membangun sinergi yang kuat. Kolaborasi ini mempertemukan peran Ibu Rumah Tangga (IRT), anak-anak, dan pemuda desa dalam mewujudkan konsep wisata baru yang edukatif dan berwawasan lingkungan. “Transformasi TPS3R tidak hanya soal pengelolaan limbah, tetapi tentang mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sesuatu yang tidak berguna menjadi potensi wisata dan edukasi yang bernilai,” jelas Dini, Senin (10/11/2025).Di TPS3R, wisatawan dapat belajar tentang teknologi pengolahan limbah organik dan anorganik. Dalam rangka mendukung keberlanjutan program, Undiksha juga menyalurkan bantuan mesin pengolah plastik jenis TTE dan HDPE untuk menghasilkan produk daur ulang seperti tempat pensil dan souvenir ramah lingkungan. Selain itu, beberapa unit komposter turut diserahkan kepada Pokdarwis dan homestay-homestay binaan.Sebagai bagian dari program PDB Kemenristek, dukungan juga diberikan dalam bentuk peralatan dan pakaian tradisional bagi anak-anak muda untuk memperkuat atraksi budaya desa saat menyambut wisatawan. “Undiksha ingin memastikan bahwa pariwisata di Desa Panji tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga membawa nilai edukasi dan keberlanjutan. Ini adalah contoh nyata bagaimana perguruan tinggi berdampak langsung bagi masyarakat,” kata akademisi bidang pariwisata ini.Program ini diharapkan menjadi model replikasi bagi desa wisata lainnya di Buleleng, bahkan di Bali, yang ingin membangun pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan komunitas lokal. Dengan semangat “Undiksha Berdampak, Membangun Desa”, Desa Wisata Panji kini menjadi contoh inspiratif bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi pintu masuk menuju transformasi sosial, ekonomi, dan pariwisata berkelanjutan.Di sisi lain, kegiatan wisata edukasi yang ditawarkan di Desa Panji juga memiliki alur unik. Wisatawan diajak berkunjung ke Monumen Bhuana Kerta dan disambut dengan permainan tradisional Goak-goakan. Selanjutnya, wisatawan diajak berjalan keliling desa sambil ikut memungut sampah, mengenal kehidupan bertani dan berkebun masyarakat, hingga berkunjung ke homestay ecovillage untuk melihat langsung proses pemilahan sampah dan pembuatan pupuk kompos oleh para ibu rumah tangga. GSBuleleng, (Metrobali.co.id)

Friday, 14 November 2025
dwa
Ibu-ibu di Desa Wisata Panji Sulap Kamar Tak Terpakai Jadi Homestay

SINGARAJA, NusaBali - Sebanyak 10 rumah warga di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, kini disulap menjadi homestay yang siap menampung wisatawan.Sebagian kamar di rumah penduduk dimanfaatkan untuk menginap para tamu, sambil merasakan langsung kehidupan sehari-hari masyarakat desa.Inisiatif pemberdayaan ini digagas oleh Dr Nyoman Dini Andiani SSTPar MPar, akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Melalui Program Kedaireka 2023, Dini bersama timnya mengembangkan 10 rumah penduduk menjadi homestay, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Panji, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Kelompok Wanita Tani setempat.“Kami menelusuri rumah-rumah penduduk yang layak dijadikan homestay berdasarkan beberapa kriteria, seperti kebersihan, sanitasi, sirkulasi udara, serta kesediaan pemilik rumah untuk tetap tinggal di sana. Konsep homestay bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang interaksi antara tamu dan pemilik rumah,” jelas Dini, Rabu (5/11).Dari hasil identifikasi tersebut, 10 rumah warga anggota kelompok tani kemudian ditransformasi menjadi homestay dan beroperasi di bawah wadah Perempuan Eco Village Homestay Panji, yang beranggotakan ibu rumah tangga serta anggota kelompok wanita tani.Menurut dosen Program Studi Perhotelan Undiksha ini, keberadaan homestay memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi warga, apalagi Desa Panji telah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata unggulan di Buleleng. Meskipun jumlah wisatawan belum terlalu banyak, lama tinggal (length of stay) mereka cenderung meningkat.“Wisatawan yang datang bukan wisatawan massal, melainkan wisatawan minat khusus—mereka yang ingin belajar budaya, hidup bersama warga, atau melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat,” ungkap perempuan dikenal konsisten dalam mendampingi dan menguatkan peran perempuan di desa wisata ini.Salah satu kerja sama yang menarik datang dari Wako University Jepang, yang berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi Undiksha. Sebanyak 22 mahasiswa Jepang tinggal di rumah-rumah warga Desa Panji untuk melakukan penelitian kecil mengenai pengelolaan homestay dan kehidupan komunitas lokal.“Mereka tidak hanya belajar pariwisata, tapi juga hidup berdampingan dengan warga. Bahkan ada yang sampai memanggil ibu-ibu di sini sebagai ‘ibu angkat’,” tutur Dini yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Provinsi Bali Indonesia Homestay Association (IHSA).Lebih lanjut, Dini menjelaskan bahwa saat ini seluruh homestay di Desa Panji telah mendapatkan komposter dan edukasi penggunaannya melalui program Desa Binaan. “Konsep wisata edukasi kami tonjolkan, sehingga wisatawan yang datang tidak hanya menginap, tetapi juga belajar tentang pengelolaan sampah organik dan gaya hidup berkelanjutan,” ujarnya.Meski pendapatan dari homestay belum menyamai hasil pertanian, manfaat sosial dan psikologisnya sangat terasa. “Para ibu merasa memiliki peran baru. Selain sebagai petani, kini mereka menjadi tuan rumah yang menyambut tamu dari berbagai negara. Hubungan sosialnya kuat sekali—sampai sekarang mereka masih berkomunikasi dengan tamu-tamu melalui media sosial,” jelas Sekretaris Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali ini.Bagi Dini, inilah esensi dari community-based tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas: masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. “DNA orang Bali itu memiliki high hospitality. Keramahtamahan yang natural menjadi daya tarik tersendiri. Jadi yang dijual bukan fasilitas mewah, melainkan kehangatan dan rasa diterima sebagai bagian dari keluarga,” tutupnya.7 mzk 

Monday, 10 November 2025